Change Font Size

Change Screen

Change Profile

Change Layouts

Change Menu Styles

Cpanel
Bukittinggi - Tidak ingin berleha-leha, jajaran UPT Perpustakaan Proklamator Bung Hatta langsung tancap gas. Di bawah komando Drs. Yoyo Yahyono, S.IP, M.Si selaku pimpinan yang baru dilantik, perpustakaan yang  berlokasi di Bukit Gulai Bancah, Bukittinggi, Sumatra Barat, itu akan terus meningkatkan layanan kepada para pemustaka. Para pemustaka tidak hanya akan dimanjakan dengan koleksi buku yang berkualitas dan baru, tapi juga fasilitas lain seperti pengaktifan bioskop, layanan gratis internet, serta juga layanan audio visual. 
 
“Kita akan tetap menjalin kerjasama dengan Pemko Bukittinggi. Selama lebih   dari enam tahun di bawah Pemko Bukittinggi, telah banyak yang dicapai oleh Perpustakaan Bung Hatta. Meski begitu, sejumlah fasilitas yang terbengkalai pelan-pelan kita benahi. Tentu ini membutuhkan kerja keras kita semua,” kata  Kepala UPT Perpustakaan Proklamator Bung Hatta, Drs. Yoyo Yahyono, S.IP, M.Si, saat pertama kali menginjakkan kaki di ruang kerjanya di Bukit Gulai Bancah, Senin (21/01) pagi.
 
Hari pertama tersebut dilalui Yoyo Yahyono beserta jajaran dengan bertemu dan bersilaturahmi dengan para staf.  Yoyo Yahyono beserta jajaran juga menyempatkan diri untuk ikut coffee morning bersama dengan pejabat struktural Pemko Bukittinggi di aula Balaikota. Dalam pertemuan itu, Yoyo Yahyono didampingi Afrison, S.Kom selaku Kasi Pengembangan dan Pelestarian Bahan Perpustakaan, Purwanto, S.IPI sebagai Kasi Pelayanan Informasi Perpustakaan, dan staf Aria Yulita, A.Md.  
 
Menurutnya, banyak yang harus dibenahi dari institusi ini. Selain terutama menanamkan spirit dan kultur kerja yang baik dan dinamis sehingga bisa melayani pemustaka dengan baik, pihak UPT Perpustakaan Bung Hatta juga akan  memperbanyak informasi mengenai pemustaka. Bila semua terbenahi, tentu tidak hanya dapat melayani pemustaka di Bukittinggi saja, tapi juga Sumatra Barat secara luas. “Kita terbuka dengan ide-ide yang positif untuk kemajuan UPT Perpustakaan Bung Hatta. Perbedaan yang ada hendaknya jangan jadi hal yang merugikan. Sebaliknya menjadi nilai plus untuk kita semua,” paparnya lagi. 
 
Dia mengakui sebagai perintis pasca bergabungnya UPT Perpustakaan Bung Hatta di bawah Perpustakaan Nasional RI, tentunya tugas berat menanti. Ini menjadi tantangan yang memacu spirit kerja kita semua. “Tugas kita semua untuk memajukan perpustakaan ini. Apalagi institusi kita membawa nama besar Bung Hatta. Bung Hatta tidak hanya terkenal di kancah nasional, tapi juga di tingkat internasional. Karena itu tugas kita semua untuk menjaga nama baik putra Bukittinggi itu,” ia menambahkan. (penulis: zam)