Change Font Size

Change Screen

Change Profile

Change Layouts

Change Menu Styles

Cpanel

Selama tahun 2010 Pustaka Nasional Proklamator Bung Hatta (PNPBH) telah berkembang cukup pesat. Perpustakaan ini telah memiliki 110.000 eksemplar buku dalam 60 ribu judul. Data terakhir menunjukkan perpustakaan ini dikunjungi 400 pembaca tiap harinya, dengan 100 judul buku dipinjam tiap harinya.

Buku-buku tersebut mencakup berbagai disiplin ilmu, mulai sejarah, hingga kuliner. Hal itu bertujuan untuk memenuhi besarnya tingkat kebutuhan warga Bukittinggi akan ilmu dan informasi. Sebagaimana diketahui, Bukittinggi adalah kota pendidikan dengan ribuan siswa dan mahasiswa.

Untuk meningkatkan kualitas koleksinya, PNPBH terus berusaha menggalang dana dan sumbangan dari para donatur dan pecinta buku. “Sejauh ini mayoritas buku berasal dari sumbangan donator. Bahkan baru-baru ini kita (PNPBH) baru menerima sumbangan buku dari tokoh Syafruddin Bahar dan sedang mengajukan permohonan sumbangan dari Buya Gusrizal dari Rabithah ‘Alam Al’Islami yang berkedudukan di Mekah,” kata Kepala Perpustakaan Bung Hatta Drs. Zulkifli Johneva di ruangannya, Senin (22/3).

Menurut dia, koleksi buku itu dapat membantu pengembangan pendidikan Islami di Bukittinggi. “Semua bukunya berbahasa Arab,” tambah Zulkifli.

Selain itu, Zulkifli dan 37 stafnya terus mengupayakan perbaikan pelayanan di pustaka tersebut. “Kita patut berbangga, PNPBH adalah satu di antara dua perpustakaan nasional (satu lagi Pustaka Bung Karno di Blitar) yang terhubung secara online dengan Perpustakaan Nasional RI di Jakarta,” dia menjelaskan.

Diterangkan Zulkifli, keistimewaan layanan online ini bisa memudahkan para pecinta buku untuk mengakses judul buku yang ada di PNPBH. Untuk mengoperasikan layanan perpustakaan online ini, PNPBH masih membutuhkan tenaga yang berkompeten di bidang teknologi informasi. “Kita berharap ada tambahan tenaga sebanyak empat orang. Saat ini baru ada satu tenaga TI di perpustakaan kita ini,” ujar dia lagi.

Dia juga menyatakan jumlah pengunjung merupakan indikator yang paling signifikan untuk menentukan tingkat perkembangan PNPBH. Untuk itu, dia menghimbau agar masyarakat semakin cinta dan semakin rajin mengunjungi perpustakaan ini.

“Ada banyak hal yang menarik di perpustakaan ini. Di antaranya Museum Scientific Bawah Tanah yang menyajikan koleksi benda-benda prasejarah atau berbagai anjungan baca seperti anjungan ASEAN, anjungan KPK, dan anjungan internasional lainnya,” tutur dia lagi.

Di samping itu, untuk makin memanjakan para pecinta buku di kota wisata ini, perpustakaan ini juga telah meluncurkan layanan mobil pustaka keliling. “Program mobil pustaka ini sudah berjalan sekitar sebulan. Dan respons dari masyarakat juga cukup baik,” Zulkifli mengungkapkan.

Sejak 3 Januari 2008 PNPBH Bukittinggi juga telah mengajukan status ke Menpan sebagai UPT (unit perpustakaan terbuka). Dengan status UPT, terang dia, PNPBH akan didukung oleh SDM yang berkompeten dan profesional yang dikirim dari perpustakaan pusat. Otomatis koleksi buku juga akan jauh bertambah. “Ini semua demi kebutuhan masyarakat Bukittinggi, khususnya anak-anak pelajar kita,” pungkas dia