Change Font Size

Change Screen

Change Profile

Change Layouts

Change Menu Styles

Cpanel

Pendidikan anak usia dini atau PAUD. Harus diakui masih banyak yang belum menyadari betapa mendesaknya PAUD ini dalam proses menumbuhkembangkan anak hingga menjadi manusia dewasa yang berkualitas baik IQ, EQ dan SQ. Sejumlah hasil penelitian di bidang neurologi telah mengemukakan betapa ruginya bila masa usia emas anak, terutama usia 4 tahun ke bawah tidak mendapatkan rangsangan fisik serta rangsangan intelektual yang memadai.

Untuk sosialisasi PAUD dan memberi pengetahuan kepada ibu beserta para orangtua lainnya, Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kota Bukittinggi akan menyelenggarakan seminar nasional mengenai permasalahan pendidikan usia dini ini. Seminar selama satu hari ini akan diadakan di Aula Perpustakaan Bung Hatta, Bukit Gulai Bancah, Sabtu (26/03) mendatang, mulai pukul 08.00 hingga 16.00 WIB.

Seminar bertema “Menuju Sumber Daya Manusia yang Berkualitas dan Berakhlak Mulia” ini menghadirkan lima pembicara yang berkompeten dalam bidang pendidikan, terutama pendidikan anak usia dini dan pendidikan karakter. Pembicara itu adalah Dr. Erman Syamsudin, SH, M.Pd., Direktur PAUD Depdiknas, Dra. Gusnawirta Fasli, M.Pd., Ketua HimPAUDI Pusat, Nevi Irwan Prayitno, Ketua TP PKK Sumbar, Dra. Ellia Makmur, MM., Kadisdikpora serta Dr. Rahmi Yetti, Sp.A selaku Wakil Ketua TP-PKK Bukittinggi.

Asisten II Ismail Djohar menjelaskan materi yang akan disiarkan dalam seminar tersebut yaitu Strategi Pengembangan PAUD Berbasis Pendidikan Berkarakter, Peran PAUD dalam Membentuk Karakter, Peran Orangtua dan Masyarakat dalam Membentuk Karakter Anak, Penerapan Nilai-nilai Pendidikan Berkarakter dan Berbudaya serta Persiapan Menuju SDM yang Berkualitas.

“Sebagai salah satu kota di Indonesia yang menjadi pilot project dalam pendidikan berkarakter, maka seminar ini penting bagi pemerhati PAUD, pendidik, dan generasi muda serta para stake holder lain,” terang Ismail. Bukittinggi sebagai kota pendidikan juga mengusung pendidikan berbasis akidah yang pada akhirnya bertujuan untuk membentuk generasi yang berkualitas, baik dari segi intelektual dan moral.

Kabid PAUD Almudjafri Surau menjelaskan, PAUD untuk anak 0-6 tahun ini begitu signifikan untuk masa depan bangsa ini. Ia menjelaskan dalam suatu kajian dibeberkan bahwa sekitar 50 persen kapasitas kecerdasan manusia terjadi ketika anak berumur 4 tahun, 80 persen telah terjadi ketika anak berusia 8 tahun, dan mencapai titik kulminasi saat anak berusia 18 tahun.

“Itulah mengapa masa usia dini ini disebut dengan masa emas perkembangan anak. Karena setelah masa itu berlalu, betapapun kapabilitas kecerdasan yang dicapai oleh masing-masing individu tidak akan mengalami peningkatan lagi,” mantan Kabag Humas ini menambahkan. Hasil PAUD ini akan dicapai 20 tahun lagi. Bila berhasil, maka kualitas SDM bangsa ini akan sejajar dengan negara-negara maju lain di dunia.

Untuk meningkatkan mutu PAUD di kota sanjai ini, Ellia Makmur beserta seluruh jajaran terus melakukan perbaikan. “Kita terus mengembangkan pendidikan anak usia emas ini, bagaimana emosionalnya, bagaimana intelektualnya, silabusnya, kualitas guru, serta sarana dan prasarana lain. Tentu harus ada perhatian dari orangtua serta lingkungannya”.

Dengan PAUD yang bermutu, diharapkan perkembangan kecerdasan sang anak memadai baik dari segi intelektual, moral, dan emosional. Sehingga tidak ada lagi anak-anak remaja sekolah yang mudah marah dan cepat tersinggung.

Saat ini data PAUD yang terdaftar di Bukittinggi ada sekitar 43 lembaga, dengan 147 pendidik serta sekitar 1.600 murid. Jumlah tersebut belum termasuk PAUD yang tidak terdaftar. Jumlah tersebut diakui masih kurang untuk mengembangkan pendidikan anak usia dini.